Deskripsi
Antologi puisi bertajuk Cahaya dari Kampung merupakan aneka pengalaman eksistensial yang diungkapkan para misionaris melalui bait-bait puitis. Term kampung tidak identik dengan ketemaraman dan kegelapan sebuah ruang. Kampung adalah rahim cahaya yang berpendar dan bercerlang. Cahaya dari Kampung merupakan panggilan perutusan karena kegelisahan. Karena itu, kampung mewakili kepedulian satu sama lain, keprihatinan yang ikhlas akan apa yang muncul dalam diri sesama dan sedang bergejolak dalam riak alam. Kampung adalah rahim yang gelisah, yang menuntun orang untuk merawat ketidaktenangan yang kreatif menjadi ketenteraman, dan menerobos beragam bentuk ketidakadilan dan praktik ketamakan yang memangsa segala: manusia dan alam. Setiap puisi dalam antologi ini tak hendak menghentak orang dalam kesunyian yang nyenyak di balik kamuflase kenyataan. Untaian kata yang terpilih dengan makna konotatif yang mengejutkan, membuka tabir realitas yang terluka, yang tidak bisa menggiring orang untuk terus tenggelam dalam diam. Cahaya dari Kampung menghantar pembaca menjadi terang untuk memancar kebenaran: aletheia, kebenaran tentang diri, tentang relasi dengan sesama dan alam, kebenaran tentang hasrat yang terpendam, dan ambisi yang tak teratur. Cahaya itu menyingkap kebenaran, yang memang dapat terasa berat dan pahit, namun bagaimanapun, sebagaimana kata Sang Guru dari Nazaret: Kebenaran akan memerdekakan kita (Yoh. 8:32).
Penulis : BENI WEGO, SVD … [et al.]
Ukuran : 15 cm x 21 cm
Jumlah halaman : 333 halaman





