Nusa Indah
Setelah 50 Tahun

Setelah 50 Tahun

Pada tahun 1970 Penerbit Nusa Indah pertama kali didirikan di Ende dengan cita-cita yang besar demi kemajuan gereja dan masyarakat. Bermula dari berdirinya Percetakan Arnoldus yang digagas oleh Pater Petrus Noyen, SVD pada tahun 1926 di Ende, yang merupakan percetakan pertama di Pulau Flores yang kala itu menggunakan mesin percetakan yang didatangkan dari Jerman. Percetakan Arnoldus merupakan unit perusahaan PT. Arnoldus Nusa Indah (PT ANI) yang masih terus beroperasi dan bersaing dalam bidang percetakan saat ini untuk wilayah Flores dan sekitarnya. Dalam perkembangannya PT. ANI yang dikelola oleh Serikat Sabda Allah, sebuah Serikat Religius dan Misionaris Katolik yang secara internasional dikenal dengan nama Societas Verbi Divini (SVD) memiliki unit usaha yaitu Percetakan Arnoldus, Penerbit Nusa Indah dan Toko Buku, Harian Flores Pos, bengkel kayu dan besi, serta sebuah sanggar rekaman lagu.

Nama Percetakan “Arnoldus”  diambil dari nama St. Arnoldus Janssen, pendiri ordo SVD. Pemilihan nama Arnoldus diyakini dapat menjadi pelindung terhadap percetakan ini. Cetakan pertama dikerjakan pada 21 Juni 1926 berupa buku doa yang disusun dalam bahasa Melayu yang berjudul Sende Aus yang artinya Utuslah. Sebagaimana awalnya percetakan ini mengemban misi membantu pewartaan gereja lokal di Flores dan kemudian melakukan juga publikasi umum. Hal ini dikelola oleh biro naskah yang telah menerbitkan berbagai buku keagamaan dan keterampilan, lalu dari biro inilah embrio cikal bakal lahirnya Penerbit Nusa Indah. Dengan berbagai persiapan akhirnya pada tahun 1970, Pater Alex Beding, SVD mendirikan Penerbit Nusa Indah yang dalam satu dasawarsa menjadi satu-satunya penerbit terkemuka di kawasan Timur Indonesia. Penerbit Nusa Indah pada awalnya menerjemahkan buku-buku asing tentang kerohanian untuk memenuhi kebutuhan rohaniawan dan seminari. Penerbit Nusa Indah Ende merupakan lembaga milik Gereja Katolik sama halnya dengan penerbit lokal dan nasional lainnya seperti Penerbit Bina Media Medan, Penerbit Dioma Malang, Penerbit Kanisius Yogyakarta dan Penerbit Obor Jakarta, yang tergabung dalam asosiasi penerbit katolik bernama Seksama. Dalam perjalanannya, Penerbit Nusa Indah makin berkembang dengan terbitan buku-buku rohani dan juga merambah ke penerbitan buku-buku tentang pertanian, sastra, bahasa, novel dan kamus. Dan untuk menjawab kebutuhan masyarakat NTT akan informasi khususnya anak-anak, maka dengan motto Mencerdaskan Anak Bangsa, pada Oktober 1973, didirikan lagi media yang diberi nama Majalah Bulanan Anak Kunang-Kunang, yang sampai saat ini tetap bertahan dan tentunya dari waktu ke waktu mengalami perubahan dari segi isi dan tampilan sesuai dengan perkembangan zaman.

Nama “Nusa Indah” semula adalah nama perpustakaan kecil dan kemudian dijadikan sebagai nama sebuah toko buku yang dikelola oleh Bruder Vitalis, SVD. Toko buku ini menjual buku-buku yang dicetak oleh Percetakan Arnoldus. Hingga kini Toko Buku yang berlokasi di Jalan Katedral No. 5 Ende ini masih bisa dikunjungi untuk membeli buku-buku terbitan Nusa Indah. Sebelum menjadi penerbit, pada tahun 1960-an, nama Nusa Indah sudah dicantumkan dalam buku-buku cetakan Percetakan Arnoldus bersanding dengan label Percetakan Arnoldus, tidak secara konsisten seperti muncul label Arnoldus-Perpustakaan Nusa Indah atau Percetakan Arnoldus-Penerbit Nusa Indah. Namun, memasuki tahun 1970, pencantuman nama atau label Nusa Indah pada buku-buku tidak lagi selalu disanding pada nama Percetakan Arnoldus, sementara logopun mulai dipakai secara teratur. Pada tahun tersebut, Nusa Indah telah mulai berfungsi sebagai badan lektorat yang mulai secara mandiri mengolah naskah-naskah yang dianggap laik terbit. Sementara itu, percetakan Arnoldus hanya memeroses pencetakannya saja.

Penerbit Nusa Indah memiliki visi misi yaitu “Pembentukan manusia pembangun yang berilmu dan beriman melalui media massa”, dengan menetapkan fokus pada penerbitan buku-buku rohani, sedangkan buku-buku kategori umum seperti bahasa, sastra dan ilmu humaniora lainnya diterbitkan secara terbatas, dengan tetap memegang komitmen sebagaimana motto penerbitan yaitu “ikut membangun Indonesia dari Timur”. Pihak pimpinan Regio SVD Ende menyambut baik dan menanggapi secara positif berbagai perkembangan dan kemajuan yang terjadi. Maka pada tanggal 1 April 1970, pimpinan regio SVD Ende memberi restu dan secara resmi menetapkan berdirinya Penerbit Nusa Indah. Momentum bersejarah ini lalu diperingati sebagai hari lahir Penerbit Nusa Indah.

Tidak dapat dipungkiri bahwa kehadiran Penerbit Nusa Indah pada masanya telah mengangkat masyarakat Nusa Tenggara Timur memasuki pencerahan peradaban dengan semangat dan tradisi membaca bacaan berkualitas dengan keberhasilan menghadirkan karya-karya intelektual yang tidak lekang oleh waktu. Penerbit Nusa Indah adalah satu-satunya penerbit di Indonesia Timur yang masuk IKAPI  (Ikatan Penerbit Indonesia) di era 1980-an dan telah menggunakan ISBN (International Standard Book Number) pada era 1990-an, dan sempat juga memiliki cabang kantor di Jakarta dan Surabaya. Berbagai perkembanganpun terjadi dalam perjalanan di tahun-tahun sesudahnya. Tugas kepemimpinan beralih dari orang yang satu ke orang yang lain. Selain Pater Alex Beding, SVD, terdapat sejumlah nama yang pernah memimpin Penerbit Nusa Indah yaitu, Sr. Lucia Regina, SSpS, Pater Henri Daros, SVD, Pater Lukas Batmomolin, SVD, Bpk. Lukas Lege, Pater Laurens Olanama, SVD, dan sejak 24 Juni 2013 kepemimpinan berada di tangan Pater Hendrik Kerans, SVD.

Kini Penerbit Nusa Indah tengah memasuki usia 50 tahun. Dibutuhkan perjuangan keras agar Penerbit Nusa Indah mampu bertahan di tengah persaingan yang ketat dan kemajuan teknologi digital saat ini.bangkit kembali merengkuh masa kejayaannya. Pembenahan manajemen Penerbit Nusa Indah terus dilakukan. Penerbit Nusa Indah juga mengembangkan kualitas tampilan buku-buku terbitannya dengan mendesain secara maksimal tata letak buku, sehingga halaman buku tidak saja berisi materi pelajaran, tetapi juga memperhatikan aspek keindahan agar pembaca tidak merasa membaca sebuah teks buku yang kaku. Sampul depan dan belakang buku selalu diberi sentuhan warna yang dinamis dan gambar-gambar yang alami. Biasanya di sampul belakang akan dipasang sinopsis buku dan di sampul sayap bagian depan dan belakang biasanya dimuat beberapa iklan berupa buku-buku terbaru terbitan Nusa Indah.

Selain memiliki kantor pusat yang berada di Jalan El Tari dan Toko Buku Cabang Ende di Jalan Katedral No. 5, Ende, saat ini Penerbit Nusa Indah pun memiliki 3 Toko Buku di kota lain yaitu TB. Nusa Indah Larantuka, Jalan San Juan, Sarotari, Larantuka, TB. Nusa Indah Maumere, Jalan Raja Centis-Maumere-Flores-NTT, telepon (0382) 21070; dan TB. Nusa Indah Bajawa, Jalan Pasar Baru-Bajawa-Flores-NTT, telepon (0384) 21025. Dari pemaparan ringkas tentang sejarah penerbit di atas, tampak jelas bahwa sejak awal Penerbit Nusa Indah bergelut dengan aktivitas penerbitan buku. Penerbit Nusa Indah menerbitkan hasil karya para penulis yang mau menuangkan gagasannya dalam bentuk buku, baik buku-buku fiksi maupun non-fiksi. Penerbit Nusa Indah mempunyai andil dalam mewadahi siapa saja yang menaruh minat dalam dunia tulis-menulis. Tulisan-tulisan mereka coba dibaca dan kalau layak akan diterbitkan dan selanjutnya disebarluaskan agar dapat dibaca oleh semakin banyak orang. ***

Buka WA
1
Perlu bantuan?
Silakan klik tombol "Buka WA" untuk menghubungi kami.